Tuhan Allah telah berfirman tentang nabi palsu dan nubuatan.

Tuhan mulanya berfirman tentang keberhalaan di kalangan nabi-nabi. Jika seorang nabi menyokong pemujaan berhala atau Ilah lain maka nabi itu harus mati.

Jika seseorang berkata, “Demikianlah firman Tuhan” dan apabila ia tidak terjadi atau bertentangan dengan Alkitab maka nabi itu harus mati. Demikianlah setiap nabi palsu yang dibaptiskan ke dalam Tubuh Kristus, terbatas kepada Kebangkitan Kedua oleh anggapan itu.

Ulangan 18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.

Ulangan 18:22 apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Demikianlah firman Allah yang Hidup melalui hamba-hambaNya para nabi.

Syarat pertama Jemaat Tuhan ialah pembaktian kepada kebenaran, karena Tuhan adalah Kebenaran dan firmanNya ialah Kebenaran (Yohanes 17:17). Roh  Kudus ialah Roh Kebenaran (Yohanes 14:17; 15:26). Roh Kudus memimpin kita kepada kebenaran dan kebenaran itu memerdekakan kita. Roh Kudus bekerja di kalangan umat pilihan yang dipercayakan segala Rahasia Tuhan. Justru Roh Kudus, dalam kebenaran, mengembangkan Rencana Tuhan melalui Jemaat-jemaat Tuhan (lihat karya Kebenaran (No. 168)).

Umat pilihan ialah mereka yang menuruti Hukum-hukum Tuhan dan Kesaksian (atau iman) Yesus Kristus (Wahyu 12:17; 14:12). Mereka menyembah Tuhan dalam roh dan dalam kebenaran (Yohanes 4:24).

Dalam pesannya kepada orang Korintus, Paulus memberitahu kita bahwa Kasih tidak berkesudahan. Seluruh Hukum Tuhan berkisar sekitar dua sokoguru iman sebagaimana yang diwujudkan dalam Dua Perintah Terutama Hukum Tuhan. Kedua-dua sokoguru Hukum ini ialah Kasih akan Tuhan dan Kasih akan Sesama Manusia (lihat karya-karya Perintah Terutama Pertama (No. 252) dan Perintah Terutama Kedua (No. 257)).

Kita diberitahu bahwa Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Waktu itu kita semua akan mengetahui dengan sempurna dan nubuat akan berakhir (1 Korintus 13:8-10). Sebelum waktu itu Tuhan menyatakan RencanaNya dan bimbinganNya, dan menjelaskan segala Rahasia Tuhan melalui Jemaat-jemaat Tuhan, dan melalui hamba-hambaNya para nabi yang melayani jemaat-jemaat itu dan memperingatkan manusia.

Nubuatan palsu ialah kesalahan Alkitabiah yang paling berat sekali, karena ia merebut firman Tuhan lalu digunakan oleh para pengkritik sebagai bukti kegagalan Alkitab. Ini lazimnya, sebaik-baiknya, hanya ucapan belaka daripada pendeta yang tidak berpengetahuan, dan seburuk-buruknya, mungkin campur tangan Iblis dalam Rencana Tuhan.

Bab-bab awal Roma mengisahkan penindasan kebenaran Tuhan dengan kelaliman dan keingkaran.

Nubuatan palsu dan nabi palsu merampas kuasa Tuhan sebagaimana ia ternyata dalam Tubuh Kristus. Nabi-nabi palsu mencari penghargaan untuk diri mereka sendiri, sedangkan hamba Tuhan sepatutnya menjadi hamba semua dalam Tubuh Kristus… Tulisan ini merupakan terjemahan buku kesaksian Marry, Kathryn Baxter yang ditulis bersama Dee Cushing. Judul asli buku ini adalah “A Divine Revelation of Hell”.

1 Komentar

  1. Komentar pertama……
    harapannya blog ini akan banyak memberkati orang…
    buat sedulur seiman yg punya blog kasi kite masukan dong…


Komentar RSS

Tinggalkan komentar